[Tanpa Sensor] Si jenius akademis jatuh cinta padanya! Kaki si kutu buku lemas karena dihisap oleh teman sebangkunya yang genit.
Saat istirahat, hanya aku dan teman sebangkuku yang berkacamata dan kutu buku yang tersisa di kelas. Dia asyik belajar, sama sekali tidak menyadari bahwa aku sengaja menurunkan kerah seragam sekolahku, memperlihatkan sedikit belahan dadaku. Aku mendekat ke telinganya dan meniupnya perlahan; dia bergidik, pulpennya terlepas dari genggamannya. Aku menyeringai nakal, meraih ke dalam celananya dan menggosok penisnya yang sudah ereksi melalui kain. Dia terengah-engah, kacamatanya miring, tetapi dia mencoba tetap tenang dan melanjutkan membaca. Aku hanya membuka ikat pinggangnya, mengeluarkan penisnya yang panas membara, dan memasukkannya ke dalam mulutku, lidahku berputar-putar di sekitar kepala penisnya. Dia tidak bisa menahannya lagi; bukunya jatuh ke lantai, dan dia mencengkeram rambutku erat-erat, erangannya semakin keras. Aku mempercepat gerakanku, jari-jariku secara bersamaan meraba alat kelaminnya, sampai dia tiba-tiba bergidik, air maninya yang kental memenuhi mulutku. Aku menelan semua air mani itu, menjilat bibirku, dan melihatnya terkulai di kursinya, matanya berkaca-kaca, benar-benar terpikat oleh pesona menggoda yang kumiliki.













